Musibah

Sisi ibadah dari sebuah musibah

anak

Pada dasarnya ibadah terbagi menjadi dua bagian: aktif dan pasif. Bagian yang pertama seperti yang kita kenal bersama. Sedangkan bagian yang kedua adalah berbagai penyakit dan cobaan yang membuat penderitanya merasakan ketidakberdayaan dan kelemahannya sehingga ia mencari perlindungan kepada Tuhannya yang Maha Pengasih dan berpaling kepada-Nya. Dengan cara itulah ia melaksanakan ibadah dengan ikhlas murni dan benas dari riya.

Apabila penderita tersebut menghiasi dirinya dengan sabar dan memikirkan pahalanya di sisi Allah dan keindahan imbalan dari-Nya, serta bersyukur kepada Tuhan-nya terhadap segala musibah, pada saat itu setiap jam dari usianya berubah laksana satu hari ibadah. Sehingga umurnya yang pendek menjadi demikian panjang. Bahkan bagi sebagian dari mereka, setiap detik dari usianya bernilai ibadah sehari penuh.

Saya pernah sangat risau ketika salah seorang saudara seiman saya Al-hafidz Ahmad Muhajir, menderita penyakit yang dahsyat. Pada saat itu terbetik dalam hati saya, “Berikan kabar gembira kepadanya, ucapkan selamat kepadanya, karena setiap detik dari usianya bak ibadah satu hari penuh.” Sebab ia benar-benar bersyukur kepada Tuhan-nya yang Maha Pengasih melalui kesabaran yang indah.
.
Said Nursi, Al-Lama’at, h. 13-14.
Pembahasan bersambung…

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *