Artikel Utama Keimanan

Iman Menyinari Alam Semesta

Keimanan

Sebagaimana iman merupakan cahaya yang menyinari manusia dan memperlihatkan seluruh tulisan Ilahi yang tertera padanya, ia juga menyinari seluruh alam. Ia menyelamatkan masa lalu dan masa yang akan datang dari kegelapan yang pekat. Kami akan menjelaskan rahasia ini dengan sebuah perumpamaan dengan berlandaskan pada salah satu rahasia ayat berikut:
ٱللَّهُ وَلِیُّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ یُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ …
“Allah Pelindung orang-orang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya” (QS. al-Baqarah [2]: 257).

Dalam sebuah kejadian imajiner, aku melihat dua gunung besar yang saling berhadapan. Di atas keduanya ditancapkan sebuah jembatan besar yang menakjubkan. Lalu di bawahnya terdapat sebuah lembah yang sangat dalam. Aku berdiri di atas jembatan tersebut. Sementara seluruh sisi dunia diliputi oleh kegelapan yang pekat. Aku melihat ke sisi kanan, ternyata ia berupa pekuburan besar di bawah sayap kegelapan yang tak bertepi. Demikianlah yang terbayang.

Kemudian aku menoleh ke sisi kiri, kulihat gelombang hitam menerjang kuat serta bencana hebat menerpanya seakanakan ia siap menyerang. Lalu aku melihat ke bawah, terlihat jurang dalam yang dasarnya tak tampak.

Yang kumiliki hanya sebuah lentera dengan cahaya yang suram di tengah kegelapan yang mencekam. Hanya itu yang dapat kupergunakan. Situasinya sungguh mengerikan. Pasalnya, aku melihat sejumlah singa dan hewan buas di setiap tempat bahkan sampai ke ujung jembatan. Ketika itu, aku berharap andai saja tidak memiliki lentera yang justru memperlihatkan makhluk menakutkan tadi. Sebab, ke mana saja aku mengarahkan cahaya lentera itu, sejumlah hal menakutkan terlihat. Aku hanya mengucap, “Lentera ini hanya menjadi petaka dan bencana bagiku.”

Kemarahanku meluap lalu kuhempaskan lentera itu ke tanah hingga hancur. Seakan-akan dengan kehancurannya itu aku menekan tombol lampu listrik yang besar. Seketika seluruh alam menjadi terang. Kegelapan itu pun sirna dan seluruh tempat diliputi oleh cahaya. Akhirnya, hakikat segala sesuatu menjadi terlihat dengan jelas.

Ternyata jembatan gantung yang besar itu adalah jalan datar yang lapang. Pekuburan besar yang tadinya terlihat di sisi kanan tidak lain merupakan majelis zikir, tahlil, perkumpulan mulia, pengabdian agung, dan ibadah yang luhur yang dipimpin oleh orang-orang bercahaya di taman hijau yang indah, di mana ia memancarkan keindahan dan menebarkan kebahagiaan di dalam hati.

Lalu jurang dalam yang terlihat di sisi kiri tidak lain merupakan bukit-bukit berisi pepohonan hijau yang sejuk dipandang mata. Di belakangnya terdapat jamuan besar dan taman yang sangat indah. Ya, begitulah yang tampak dalam khayalanku. Adapun berbagai makhluk menakutkan dan buas yang kulihat ternyata hanyalah hewan jinak seperti unta, kerbau, domba, dan kambing. Ketika itulah aku membaca ayat yang berbunyi:

ٱللَّهُ وَلِیُّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ یُخۡرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۖ …

Demikianlah, kedua gunung yang dimaksud adalah awal dan akhir dari kehidupan. Yakni, keduanya merupakan alam dunia dan alam barzakh. Sementara jembatan di atas adalah jalan kehidupan. Sisi kanan adalah masa lalu, sementara sisi kiri berupa masa depan. Lalu lenteranya berupa sifat egois manusia yang hanya melihat dirinya serta mengandalkan ilmu yang dimilikinya tanpa mau mendengar wahyu dari langit. Adapun binatang buasnya berupa sejumlah peristiwa alam yang menakjubkan.

Said Nursi, Iman Kunci Kesempurnaan, hlm. 5-7
Pembahasan Berlanjut…

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *